Selasa, 23 Agustus 2016

Meskipun Pahit Banyak Khasiatnya

Manfaat Buah Pare.
Kebanyakan orang sangat tidak menyukai pare. Rasanya yang pahit membuat pare tak termasuk dalam daftar makanan favorit. Namun, kebanyakan ahli diet, pakar kesehatan, dan dokter justru menyarankan mengkonsumsi pare secara rutin. Pare merupakan salah satu jenis tanaman merambat yang memiliki buah hampir mirip dengan mentimun. Yang membedakannya yaitu struktur kulit pare yang sedikit lebih kasar dan tidak teratur jika dibandingkan dengan mentimun. Meskipun pare memiliki rasa pahit, namun manfaat pare untuk kesehatan ternyata sangat luar biasa. Jadi, sebaiknya Anda mulai mengesampingkan rasa pahit pada buah ini jika Anda benar-benar ingin menikmati segudang khasiat pada buah pare.
Seperti halnya sayuran pada umumnya, pare juga mengandung segudang manfaat untuk kesehatan tubuh, terutama bagi wanita. Pare memiliki senyawa antioksidan yang berguna untuk mencegah terjadinya infeksi penyakit berbahaya. Selain itu, jika dikonsumsi secara bijak maka akan memberikan manfaat luar biasa bagi tubuh seperti meningkatkan sistem imun tubuh.
Cara mengolah buah pare juga beragam, mulai dimasak sebagai sayuran, di-blender sebagai jus, atau bisa juga sebagai tambahan sayuran pada sup atau salad. Adapun beberapa kegunaan pare diantaranya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi jerawat, dan menurunkan berat badan, dan ada masih banyak lagi khasiat penting lainnya. Penasaran? Yuk kita simak 8 manfaat menakjubkan buah pare untuk kesehatan berikut ini:
1. Meningkatkan imunitas tubuh
Buah pare terbukti bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Caranya sangat mudah, rebus pare sampai mendidih lalu minum air rebusan tersebut setiap hari untuk melawan berbagai infeksi dan penyakit. Di samping itu, pare sangat kaya akan vitamin C, yang merupakan antioksidan kuat yang membantu dalam menyingkirkan radikal bebas dari tubuh.
2. Mengobati penyakit pernapasan
Untuk mengatasi gangguan pernafasan seperti pilek, batuk dan asma, cobalah untuk mengobatinya dengan jus pare mentah. Lakukan kebiasaan ini setiap hari sampai penyakit yang Anda derita benar-benar sembuh. Untuk hasil terbaik, minumlah jus pare sebelum sarapan.
3. Mengurangi jerawat
Buah pare sangat baik untuk menyaring kotoran dalam darah. Dengan kata lain, efek buah pare berfungsi untuk mengurangi jerawat dan membersihkan tubuh secara internal. Tidak hanya itu, dampak positif mengkonsumsi pare secara rutin juga membantu untuk melawan infeksi kulit dan masalah yang berhubungan dengan darah kotor lainnya, seperti bisul, kudis, penyakit jamur, dll.
4. Membantu dalam pengobatan diabetes tipe 2
Pare mengandung phytonutrisi, polipeptida-P, yang mengandung insulin yang bisa menurunkan kadar gula darah. Ini juga bisa membentuk agen hipoglikemik yang disebut charantin yang membantu sintesis glikogen dalam darah. Inilah yang dapat membantu dalam pengobatan diabetes tipe 2 dengan mengurangi kadar gula dalam darah.
5. Membantu menurunkan berat badan
Karena pare kaya akan antioksidan, buah ini sangat berguna dalam membuang racun dari tubuh yang menyebabkan kenaikan berat badan. Mengkonsumsi buah pare secara teratur telah terbukti membantu secara efektif dalam menurunkan berat badan hingga mencapai berat ideal dan sehat.
6. Mempertajam penglihatan
Pare mengandung beta karoten yang sangat berguna mengurangi infeksi mata, juga mempertajam penglihatan.
7. Mengurangi sembelit
Bagi orang yang menderita masalah perut berlanjut atau mempunyai masalah ringan dalam pencernaan usus, pare harus dimasukkan dalam menu makan mereka. Serat tersebut membantu mencerna makanan dan membantu mengatasi sembelit.
8. Mencegah penyakit jantung

Pare membantu mengurangi jumlah Kolesterol dalam tubuh, yang sering memblokir dinding arteri dan menyebabkan penyakit jantung. Jadi, mengonsumsi pare secara teratur baik untuk hidup bebas penyakit dan umur panjang
Ada baiknya, lupakan sejenak rasa pahit pare dan memasukkan sayuran yang sangat bagus ini dalam menu makanan Anda. Tidak hanya menawarkan manfaat kesehatan, pare juga membantu memperoleh rambut dan kulit yang indah.
Mengonsumsi pare dapat memberi Anda kulit yang bersih dan bersinar yang bebas infeksi dan jerawat, dan benar-benar sangat membantu melawan rambut rontok, kulit kepala kering dan gatal, dan bahkan rambut beruban.

sumber: media kesehatan
kakeknyagizka@gmail.com

Kamis, 11 Agustus 2016

Gegaraning Wong Akrami

Mengarungi Kehidupan Biduk Rumah Tangga Baru

Masyarakat Jawa memiliki tembang Asmaradana yang melukiskan cinta (asmara) yang menyala seperti api (dahana). Salah satu bait tembang asmaradana karya R. Ng. Yasadipura berikut ini, biasa digunakan untuk memberikan tausiyah kepada pengantin baru. Isinya pelajaran penting untuk menggapai hidup berumah tangga yang bahagia.

Tembang Gegaraning Wong Akrami:
“Gegaraning wong akrami Dudu bandha dudu rupa
Amung ati pawitane Luput pisan kena pisan
Yen gampang luwih gampang Yen angel, angel kalangkung
Tan kena tinumbas arta”.
Terjemahan dalam bahasa Indonesia dari tembang tersebut adalah sebagai berikut :
“Modal orang membangun rumah tangga Bukan harta bukan rupa
Hanya hati bekalnya Gagal sekali, berhasil juga sekali
Jika mudah maka terasa sangat mudah Jika susah maka terasa sangat susah
Tidak bisa dibeli dengan uang.
Gegaraning wong akrami” bisa dipahami sebagai modal utama atau bekal untuk membangun kehidupan rumah tangga. “Dudu bandha dudu rupa”, bukan harta bukan pula wajah atau penampilan. Jangan sampai memilih jodoh hanya mengandalkan kecantikan wajah, ketampanan, kekayaan, harta benda, penampilan yang menarik, tubuh yang seksi, otot yang kekar, mobil mewah, rumah megah, jabatan tinggi, posisi penting, pangkat yang hebat, dan lain sebagainya. Pertimbangan yang sifatnya fisik atau materi.
“Amung ati pawitane”, hanya hati bekalnya. Sejak memilih calon pendamping hidup, hendaknya membekali diri dengan hati yang bersih. Jangan terkotori oleh syahwat dan kesenangan sesaat, hingga melupakan sisi martabat. Keputusan menikah hendaknya diambil dengan niat yang tulus, motivasi yang lurus, tekat yang kuat, yang semuanya itu bersemayam di dalam hati. Melaksanakan prosesi pernikahan dengan hati yang bersih, akan menjadi landasan yang kokoh dalam membangun kebahagiaan hidup berumah tangga.
Hidup berumah tangga itu sifatnya “yen gampang luwih gampang”, jika mudah, terasa sedemikian mudah. “Gampang” itu artinya mudah. Melewati hari-hari dalam kehidupan berumah tangga, kadang terasa sedemikian mudah. Semua persoalan mudah diselesaikan, semua konflik mudah diredam, semua perselisihan mudah didamaikan. Kadang suami dan istri terlibat konflik dan pertengkaran, namun jika keduanya memiliki modal berupa hati yang bersih, akan mudah mengalah dan mudah meminta maaf kepada pasangan. Kedua belah pihak justru berlomba untuk mendahului mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada pasangan.
Mereka tidak perlu banyak bertanya “ini salah siapa”. Mereka tidak mudah menuduh pasangannya “ini kan salah kamu semua”. Mereka berdua tidak gengsi untuk mengakui kesalahan, tidak malu untuk meminta maaf, tidak sulit untuk memaafkan kesalahan pasangan. Itu bermula dari kondisi hati yang bersih.
Sebaliknya, “yen angel, angel kalangkung”, jika sulit rasanya sedemikian sulit. “Angel” itu artinya sulit, sukar atau susah. Ketika tengah dilanda masalah, tidak ada yang mau mengalah, semua merasa benar dan bersikap menyalahkan pasangan. Keduanya bersikap menuntut dari pasangan, dan tidak memulai kebaikan dari dirinya sendiri. Hati mudah diliputi benci dan dendam, hati mudah terbakar emosi. Setiap pembicaraan selalu berujung kepada salah paham, dan akhirnya meledaklah kemarahan. Setiap saat suami dan istri berada dalam suasana yang tidak nyaman.
Ketika berada dalam situasi seperti itu, artinya hati sudah tidak bersih lagi. Kondisinya sangat sensitif, mudah terbakar, mudah tersulut, mudah terkuasai emosi. Komunikasi sudah tidak akan bisa berjalan dengan efektif, karena semua berusaha memenangkan ego diri. Sekali masuk dalam situasi sulit seperti ini, rasanya akan terus bertambah sulit. Setiap permasalahan sulit menemukan jalan pemecahan. Setiap konflik, tidak mudah berdamai. Ini semua karena tidak memiliki hati yang bersih sebagai modal utama membangun kehidupan berumah tangga.
Kebahagiaan hidup berumah tangga itu “tan kena tinumbas arta”, tidak bisa dibeli dengan uang atau harta. Mudah atau susah, semua kembali kepada kondisi hati suami dan istri. Bukan karena kekayaan materi. Jika mau dibuat mudah, maka semua persoalan hidup berumah tangga bisa dijalani dengan mudah. Jika mau dibuat susah, maka semuanya akan selalu bertambah susah. Tidak ada persoalan hidup yang tidak bisa diselesaikan, selama suami dan istri itu mau menyelesaikannya. Yang membuat masalah menjadi mudah, ya mereka berdua. Yang membuat masalah menjadi susah, ya mereka berdua.
Kebahagiaan hidup berumah tangga tidak akan bisa dibeli dengan harta kekayaan, “tan kena tinumbas arta”. Kemudahan dalam menyelesaikan persoalan keluarga tidak akan bisa dibeli dengan harta kekayaan, “tan kena tinumbas arta”. Ketenangan, kedamaian, kenyamanan hidup berumah tangga tidak akan bisa dibeli dengan harta kekayaan, “tan kena tinumbas arta”. Suasana sakinah, mawaddah wa rahmah tidak akan bisa dibeli dengan harta kekayaan, “tan kena tinumbas arta”. Kekokohan dan ketahanan keluarga tidak akan bisa dibeli dengan harta kekayaan, “tan kena tinumbas arta”.
Perasaan cinta suami kepada istri tidak akan bisa dibeli dengan harta kekayaan, “tan kena tinumbas arta”. Perasaan cinta istri kepada suami tidak akan bisa dibeli dengan harta kekayaan, “tan kena tinumbas arta”. Kesetiaan suami dan istri tidak akan bisa dibeli dengan harta kekayaan, “tan kena tinumbas arta”. Kekompakan suami istri tidak akan bisa dibeli dengan harta kekayaan, “tan kena tinumbas arta”. Keberkahan hidup berumah tangga tidak akan bisa dibeli dengan harta kekayaan, “tan kena tinumbas arta”. Kebaikan dan kesalihan anak-anak tidak akan bisa dibeli dengan harta kekayaan, “tan kena tinumbas arta”.
Semua berpulang kepada suami dan istri itu sendiri, akan dibawa kemana biduk keluarga mereka bawa, akan menjadi seperti apa keluarga yang mereka bina. Kembalilah kepada kebersihan hati, sebagai modal utama hidup berumah tangga. Dengan hati yang bersih, keluarga akan mudah menggapai kebahagiaan, mudah menggapai keberkahan, mudah menggapai kondisi sakinah mawaddah wa rahmah.